![]() |
| Senangnya hatiku punya template baru ^^ |
Monday, July 20, 2015
Sunday, July 19, 2015
Lirik Moshimo (Jika)
[LIRIK+TERJEMAHAN] DAISUKE - MOSHIMO (JIKA)
Naruto Shippuden Opening #12
ROMAJI:
itsu made mo woikaketeiru anata no zanzou wo
yume ni miru yokogao wa ano koro no mama de
se no takai kusanami ni hashiri satte kieta
omoidasu kioku wo kakiwake ato wou boku wa
modokashiku mo iki wo kirashite saigo wa todokazu ni
tooku
nannen mae no koto deshou
nidoto modorenai ano basho ni
oitekite shimatta boku no kokoro sa
moshi mo yume naraba
torimodosenai no nara
kono kimochi wa dou shite tsutaereba ii no?
imada ni woikaketeru ano hi no zanzou wo
kanashimi ni akekure nagara mo ima
anata naki sekai de boku wa ikiru yo
itsu no hi ka subete wasurete shimau sono toki ga
kono kanashimi mo womoidasenaku naru kurai nara
aa
fukai fukai mune no itami mo
ienai mama de nokoshite woite
wasurecha ikenai boku no kokoro sa
moshi mo yume de nara
anata to aeru no nara
kono kimochi mo wasurezu ni itsudzukerareru yo
itsu made mo woikaketeru ano hi no zanzou wo
kanashimi ni akekure nagara mo ima
anata naki sekai de boku wa ikiru yo
anata ga inaku natte mo
mawari tsudzuketeru sekai de
ano hi no kioku wa mada ikiteiru
boku no tonari de
moshi mo yume de mata
anata ni aeru no nara
sono yokogao kono me ni yakitsuketeokou
moshi mo yume de nara
anata to aeru no nara
kono kimochi wa kitto aseru koto mo naku
itsu ka doko ka de mata au toki ga kuru made
kanashimi wa tsuyogari de dakishimete
anata naki sekai de boku wa ikiru yo
INDONESIA:
Aku akan selalu mengejar bayangan milikmu..
Sosok yang kulihat di mimpi sama seperti sebelumnya..
Ia berlari dan menghilang di tengah rerumputan yang panjang..
Aku berusaha mengejar dan mengingat kenangan itu kembali..
Namun aku tak dapat menggapainya dan akhirnya akan kehabisan nafas..
Begitu jauh..
Entah berapa tahun telah berlalu..
Aku tidak dapat kembali ke tempat itu..
Karena aku hanya akan meninggalkan hatiku..
Jika hanya ini mimpi yang kumiliki..
Dan jika aku tak dapat kembali lagi..
Entah bagaimana caranya aku mengungkapkan perasaan ini?
Namun kini aku terus mengejar bayangan pada hari-hari itu..
Meski pun saat ini aku merasakan kesedihan..
Aku dapat hidup di dunia ini meski pun tanpamu..
Suatu saat aku mungkin akan melupakan segala hal yang ada..
Dan semua kesedihan dan kenangan itu akan menjadi gelap..
Ah..
Rasa sakit yang ada di dalam hati..
Meski pun membiarkannya terluka di sana..
Hatiku ini takkan pernah bisa melupakannya..
Jika aku dapat melalui mimpi ini..
Dan jika aku dapat bertemu denganmu..
Mungkin perasaan itu masih mengalir di dalam diriku..
Aku akan selalu mengejar bayangan pada hari-hari itu..
Meski pun saat ini aku merasakan kesedihan..
Aku dapat hidup di dunia ini meski pun tanpamu..
Meski pun kamu tak lagi ada di sini..
Dunia ini akan terus berputar-putar..
Kenangan pada hari-hari itu akan terus hidup..
Berada di sisiku..
Jika aku melihatmu di dalam mimpi..
Dan jika aku dapat bertemu denganmu..
Aku akan terus memandang sosok dirimu dengan mata ini..
Jika aku dapat melalui mimpi ini..
Dan jika aku dapat bertemu denganmu..
Perasaan ini tidak akan pernah menjadi pudar lagi..
Hingga suatu saat kita dapat bertemu kembali di suatu tempat..
Kesedihan itu pun akan berhenti saat aku mendekapnya..
Aku pasti dapat hidup di dunia ini meski pun tanpamu..
Sunday, July 12, 2015
Transformers: Optimus #1
Friday, July 10, 2015
Smile With A Fake
Semakin hari aku membaca tulisan-tulisanmu, aku selalu melihat perkembangan yang cukup lumayan di sana. Meski kurasa ada banyak typo atau EYD yang kurang tepat, tapi kau berhasil menciptakan sebuah rekahan senyum di bibir ini. Ya, tanpa sadar aku tertawa saat membacanya. Kurasa, kau telah menemukan gayamu dalam menulis. Dan kau berhasil membuat semua orang tanpa sadar larut dalam tulisan-tulisan itu, dalam kehidupanmu.
Perasaanku. Perasaanku lagi-lagi terlalu lunak padamu. Seperti yang kau tahu, aku memang payah. Aku lemah terhadapmu. Aku bahkan bingung dengan diriku sendiri. Pun dengan hati dan pikiranku. Aku tak bisa mengendalikan mereka sesuai perintah otakku. Mereka selalu saja berbuat seenaknya. Dan sialnya, aku tak dapat mencegahnya.
Dasar payah!
Thursday, July 9, 2015
Jejak Keberuntungan
Aku berjalan sendirian. Selalu sendirian. Tak pernah tau kemana angin kan membawaku. Tak pernah takut akan gelap ataupun dingin. Mereka sahabatku. Sahabat terbaikku. Semesta yang mengajariku bersahabat dengan mereka.
Namaku Rinda. Usiaku baru dua belas tahun seminggu yang lalu. Dan aku sendirian. Benar-benar sendirian. Aku tak memiliki satupun teman. Keluarga pun tidak. Mungkin, ayah ibuku pun tak menginginkanku terlahir di dunia.
Tuhan, malang sekali nasibku. Aku selalu berteriak pada semesta saat langkah kakiku membawa tubuh mungil ini kepada tepian bukit di pegunungan.
“SEMESTA! BUNUH SAJA AKU! LUMAT SAJA TULANG-TULANGKU! TELANLAH TUBUH INI DALAM PERUTMU!”.
Sering sekali aku menangis bersama rimbun dedaunan yang terkadang gugur di hamparan rimba. Tak peduli bahaya mengancamku. Justru bahayalah temanku. Aku sering berdialog dengan pohon, tempat para ular melilitkan tubuhnya.
“Wahai pohon, beruntung sekali dirimu. Banyak binatang yang mau singgah di tempatmu.”
“Tak pernah merasakan dinginnya rimba, tak takut menghadapi gelapnya malam. Dan juga, tak sekalipun merasa sepi.”
Dan pohonpun hanya terdiam.
Aku tersenyum getir merasai keadaanku sekarang. Sering aku berpikir bahwa Tuhan sangat tidak adil padaku. Bahwa hanya akulah, hamba-Nya yang paling tidak Ia cintai. Aku bahkan tidak berpikir bahwa aku pernah mengenal Tuhan. Karena tidak ada yang mengajariku tentang hal itu.
Seperti yang telah kalian ketahui, aku sendirian. Dan selalu sendirian.
**
Suatu pagi, langkah kakiku telah membawaku ke suatu tempat. Tempat ini sangat ramai. Dimana banyak kendaraan berseliweran, orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Dan mereka bahkan tak saling kenal satu sama lain.
Aku duduk diam di depan sebuah bangunan berdinding kayu. Di atas pintunya ada beberapa hiasan bagus. Aku tak tahu pasti apa itu. Firasatku mengatakan kalau itu adalah tulisan.
Sayangnya, aku tak bisa membaca. Jadi aku tak akan pernah mengetahui apapun di dunia ini. Sekali lagi, aku mengasihani diriku sendiri. Betapa malangnya aku, betapa sialnya nasibku.
Aku bagaikan mahluk asing dari planet lain yang tersesat di bumi manusia.
Penampilan lusuhku membuat beberapa orang melihatku dengan tatapan jijik. Aku tak mengerti arti tatapan apakah itu. Tapi firasatku mengatakan, kalau mereka tidak menyukai keberadaanku.
Namun langkah kakiku terlalu lelah untuk melangkah lagi. Setelah menyusuri rel kereta seharian kemarin, tiba-tiba aku berada di tempat ini. Dan sepertinya tubuhku butuh istirahat barang sejenak.
Aku pun tanpa sadar telah membaringkan tubuh mungilku. Berusaha menutup mataku, walau apapun yang terjadi. Dan akhirnya aku terlelap.
**
SINGLE > KEREN
Hoam. Lama sekali nggak bikin postingan nih saya. Blog jadi kayak banyak sarang laba-labanya. Usang. Hmm..
Hmm, menurut pengamatanku sebagai seorang single yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun. Kebanyakan kalau dua orang sudah menjalin hubungan, maka kecenderungan untuk memiliki dan memonopoli si dia-yang dimiliki jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Nggak jarang, kan temen kita yang pacaran akan jauh terlihat lebih galau dan sedih saat mereka sedang bertengkar dengan pacarnya? Ya, mungkin pertengkaran mereka itu didasari oleh hal sepele macam, "Yang, kamu kayaknya cantikan kalo agak gendutan dikit deh," ; "Yang, aku lebih suka gaya rambut kamu yang kemarin. Pokoknya aku mau rambut kamu kayak gitu lagi. Kalo enggak, kita putus aja dan aku akan cari cewek baru,". Lalu setelah itu, apa yang akan terjadi pada si cewek? "Sis, yayang gue minta gue begini begitu. Dia udah mulai berubah sekarang enggak kayak dulu lagi. Dia lebih sayang rambut gue. Bukan gue atau hati gue," lalu nangis mewek sambil jambakin rambutnya sendiri sampe botak.
Hmm, seandainya kita menjalin hubungan yang sialnya seperti itu, kita diharuskan mengubur jati diri kita yang sebenarnya oleh sang kekasih. Mungkin memang maksud dia bilang seperti itu baik. Tapi kembali lagi ke diri kita. Apakah apa yang dia mau itu adalah kita yang sebenarnya? If not, stop the relationship and back to yourself!
Alasan logis kedua adalah, single itu (masih dalam tahap belajar) dewasa. Single tidak dewasa sebelum waktunya. Single menunggu waktu yang tepat untuk beranjak dewasa. Sampai Tuhan mengizinkannya dewasa, maka ia akan menurutinya. Keren jika melihat para single sudah berpikir matang dan dewasa. Dalam artian, apa yang dipikirkannya itu rasional dan telah melalui pertimbangan banyak hal.
Salah satunya contoh, masa depan. Ya, seorang single yang sedang belajar untuk menuju kedewasaan tidak pernah berhenti memikirkan nasibnya kelak di masa depan. Akan jadi apa dia nanti setelah lulus sekolah? Menjadi mahasiswa abadi-kah, atau wirausaha sukses-kah, atau pekerja pabrik-kah, atau bahkan pengangguran? Itu pilihan kita masing-masing. Tapi, seorang single yang memikirkan masa depan, kemungkinan besar sudah memiliki gambaran akan seperti apa ia menjalani hidup sebagai orang dewasa kelak.
Misalnya, setelah lulus SMA aku akan kuliah, lalu lulus, mendapat gelar sarjana, dan bekerja mengabdi kepada negara Indonesia tercinta ini. Lalu menikah dan punya anak yang bisa meneruskan karirku. Mungkin itu.
Hmm, tapi menjadi dewasa sangatlah rumit. Namun, jika kita belajar dari sekarang, mungkin tidak juga.
Alasan logis ketiga adalah, single itu mahluk paling setia
Yang baca nggak usah sirik, tapi dalam hati aja. Wqwq.
Alasan logis keempat adalah, single itu alim. Dan alim itu keren. Keren kenapa? Karena dia dekat dengan Sang Pencipta. Dengan kesendiriannya itu, para single bebas mendekati siapa saja tanpa ada yang melarang ataupun cemburu.
Enak juga karena bisa sekalian introspeksi diri, sudah sebaik apa kita di dunia ini? Amal baik apa saja yang telah kita perbuat? Bagaimana hubungan kita sama orang lain? Jika kita belum sebaik itu, perbaiki semaksimalnya. Karena seperti kata pepatah, hidup itu cuma sebentar, cuma numpang minum lalu udah.
Makanya, single itu keren. Dan enggak hanya keren di mata manusia aja, melainkan di mata Allah juga.
Jadi, di sini aku tegaskan sekali lagi, kalau para single adalah orang-orang keren yang rela mengorbankan dirinya dibully, dicaci, dan lain sebagainya. Tapi mereka enggak peduli dan tetep enggak kebanyakan gaya. Karena suatu saat nanti, omongan semua orang tentang single, pasti akan mereka beli dengan prestasi yang menjulang tinggi. Dan kesuksesan di dunia dan akhirat nanti. Aamiin. *yang bilang amin barusan single :D
Mungkin cuman segitu poin yang dapat aku sampaikan untuk saat ini. Lain waktu





